Surat Masuk
A. Pengertian Surat
Berikut ini pengertian
dan definisi surat menurut:
1.
Diana Nababa
Surat
adalah alat komunikasi yang disajikan secara tertulis. Surat harus di sajikan
dengan baik karena surat secara tidak langsung memberikan gambaran tentang
pribadi pengirimannya.
2.
Prajudi Atmosudirjo
Surat
adalah sehelai kertas yang tertulis atas nama pribadi penulis atau nama
kedudukannya dalam organisasi yang ditujukan pada alamat tertentu dan memuat bahan
komunikasi.
3.
S. Hidayat
Surat adalah sehelai kertas atau lebih
dimana dituliskan satu persatu pernyataan atau berita atau sesuatu yang hendak
orang menyatakan,berikan, atau tanyakan pada orang lain.
Dari
pengertian dan definisi mengenai pengertian surat menurut Diana Nababa, Prajudi
Atmosudirjo dan S. Hidayat maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa pengertian surat adalah sehelai kertas yang bisa
dijadikan sebagai alat komunikasi tertulis yang memuat pernyataan atau berita
yang secara tidak langsung memberikan gambaran pribadi penulis atau nama kedudukanya
dalam suatu organisasi yang ditujukan pada alamat tertentu.
B. Pengertian surat masuk
Surat
masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain maupun
perorangan,baik yang diterima melalui pos (kantor pos) maupun yang diterima
dari kulir dengan mempergunakan buku pengiriman (ekspedisi). (Wursanto,1991:108)
C.
Fungsi
surat masuk
1. Surat
sebagai alat komunikasi
Dalam
hal ini surat dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi. Informasi yang
dimaksud dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, penawaran, laporan
usulan dan sejenisnya.
2. Surat
sebagai wakil penulis
Pada
fungsi ini surat dapat mewakili keinginan penulis sehingga penulis tidak perlu bersusah payah untuk bertemu dengan
penerima surat yang mungkin jarak tinggalnya cukup jauh. Harapan dan keinginan
penulis cukup diungkapkan dan diwakili oleh surat tersebut.
3. Surat
sebagai alat bukti historis
Surat
merupakan wujud kegiatan berbahasa tertulis, sehingga dapat dibedakan sebagai
bukti historis. Contohnya ialah surat-surat pada arsip lama yang dapat
digunakan sebagai bahan penelitian atau pengkajian guna mengetahui kegiatan
atau keadaan suatu instansi atau sesuatu hal pada masa yang lampau.
4. Surat
sebagai pedoman pelaksanaan kerja
Sebagai
wujud tertulis, surat dapat berupa ketentuan atau pedoman bagi pelaksaan
sesuatu. Surat-surat yang dimaksud pada fungsi ini, misalnya surat keputusan,
intruksi, surat edaran, dan sebagainya.
5. Surat
sebagai alat pengingat
Surat dapat disimpan dan diamankan,
sehingga dapat dijadikan sebagai pengingat apabila terdapat kehilapan terhadap
pesan surat. Contoh-contoh surat dalam fungsi ini ialah surat-surat yang di
arsipkan dan sewaktu-waktu dapat dibuka lagi untuk mempermudah penyelesaian
suatu masalah atau pekerjaan.
6. Surat
sebagai alat bukti tertulis
Surat
dapat dijadikan sebagai bukti tertulis dari sesuatu urusan, sehingga jika
terjadi kekeliruan atau kesalah pahaman surat merupakan bukti tertulis.
Contohnya, surat perjanjian, surat sewa menyewa, surat jual beli, surat wasiat,
dan sebagainya.
7. Surat
sebagai alat untuk memperpendek jarak dan penghemat tenaga
Surat
dapat dijadikan media antar informasi yang tidak terhambat oleh jarak,dengan
surat hambatan jarak tidak menjadi alasan pemborosan energi dan waktu.
D. Penanganan surat masuk sistem buku agenda
Penanganan
surat adalah kegiatan pemprosesan surat yang dimulai dengan penerimaan surat
masuk,kemudian penyelesaiananya sampai surat tersebut disimpan.
Tabel 2.1 Format buku agenda surat masuk
dinas tata ruang dan cipta karya
|
NNo.
Urut
|
Tanggal terima
|
M/K
|
Surat
|
Dari
|
perihal
|
Ket
|
|
|
Nomor
|
Tanggal
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
1) No
urut : diisi dengan
nomor urut surat
2) Tanggal
terima : diisi tanggal diterimanya surat
3) M/K : surat masuk atau surat keluar
4) Nomor
surat : diisi dengan nomor surat
5) Tanggal
surat : diisi dengan tanggal surat
6) Dari : diisi dengan nama insatansi yang
mengirimkan surat
7) Perihal : didisi dengan perihal surat masuk
8) Ket : -
Secara
umum prosedur penaganan surat masuk sistem buku agenda adalah sebagai berikut :
1. Penerimaan
surat masuk
Prosedur
penerimaan surat masuk adalah sebagai berikut:
1)
Mengumpulkan dan menghitung jumlah surat
yang masuk
2)
Meneliti ketetapan alamat si pengirim
3)
Mendatangani bukti pengiriman sebagai
tanda bahwa surat telah diterima.
2.
Penyortiraran surat
Penyortiran
surat adalah kegiatan memisah-misahkan surat untuk pengolahan lebih lanjut. Kegiatan pemisahan
surat di sebut juga penyensoran atau
pemeliharaan. Penyortiran ini di lakukan oleh petugas penerima surat di loket
penerimaan surat masuk.
Prosedur penyortiran surat masuk
adalah sebagai berikut :
1)
Memisah-misahkan surat untuk pimpinan,
seksertaris, karyawan dan surat lainnya.
2)
Mengolongkan
surat dinas kedalam surat dinas rutin, surat dinas penting,dan surat rahasia.
3)
Memisahkan
surat-surat yang di butuhkan penanganan khusus ,seperti surat
tercatat/terdaftar,kilat,rahasia,pribadi dan wesel pos. Selain itu ,mencatatnya
pada buku penerimaan sendiri agar dapat di terima oleh orang yang menerimanya.
Semua jenis surat
itu di beri stempel jam dan tanggal terima surat pada amplop belakang kemudian
di pisahkan agar tidak jatuh ketangan orang yang tidak berhak.
Dari kegiatan penyortiran surat masuk
mempunyai tujuan sebagai berikut :
1)
Mengetahui volume dan banyaknya surat
masuk
2)
Mempermudah pengawasan
3.
Pencatatan surat masuk
Pencatatan
surat masuk dilakukan untuk memberi keyakinan akan ketetapan pencatatan bagian
petugas tata usaha. Pencatatan surat masuk dapat dilakukan dengan menggunakan
buku catatan harian atau agenda atau kartu tertentu. Buku agenda berfungsi
untuk mencatat surat, sedangkan kartu dalam pencatatan surat terdiri atas:
1)
Kartu kendali untuk pencatatan surat
rutin biasa.
2)
Lembar pengantar untuk surat rutin
biasa.
3)
Lembar pengatar untuk surat rahasia.
Setelah surat di stempel (cap) serta di periksa ketetapan jenis
,langkah-langkah berikutnya adalah melakukan pencatatan. Petugas pencatatan bertugas
sebagai berikut:
1)
Membuka amplop,membaca, dan meneliti isi
surat agar pimipinan dapat cepat menangkap inti maksud dari surat dengan cara
mengaris bawahi kata-kata /kalimat yang di anggap penting.
2)
Bemberi catatan penting yang harus
ditanda tangani pimpinan atau unit yang dituju.
3)
Memberikan lampiran-lampirannya.
4)
Membutuhkan cap/stempel, yang merupakan
stempel agenda pada ruang yang kosong di
bagian atas/bawah halaman pertama pada surat.
4. Mengagendakan
surat masuk
Mengagendakan
surat massuk adalah kegiatan mencatat surat masuk kedalam buku agenda ( buku harian ). Setiap surat masuk di catat
dan di beri nomor agenda surat oleh agendaris.
Syarat-syarat agendaris
adalah sebagai berikut:
1)
Dapat di percaya;
2)
Dapat membaca dan mengerti apa yang
dimaksud oleh surat;
3)
Dapat mengambil keputusan dengan cepat
dan tepat;
4)
Dapat memperhatikan kepentingan surat
dan cepatnya surat di sampaikan kepada pihak yang bersangkutan;
5)
Paham akan organisasi dan struktur
kantor;
6)
Dapat mempertanggung jawabkan kelancaran
surat-surat kepada pihak yang bersangkutan.
5. Pengarahan
surat masuk
Surat-surat yang sudah selesai
diagendakan dan ternyata surat tersebut di butuhkan oleh beberapa pejabat untuk
diketahui, maka surat-surat semacam ini di perlukan pengarahan. Pengarahan ini
sangat penting karena dapat digunakan untuk megetahui dengan jelas arah surat-surat
masuk ke suatu kantor, mulai dari pengiriman sampai surat-surat yang di
arsipkan. Pengarahan surat ini dituliskan pada lembaran disposisi.
Lembaran disposisi adalah lembaran kertas
yang di sediakan oleh agendaris untuk membubuhkan disposisi pimpinan.
1)
Surat masuk harus disertai atau di
lampiri lembar disposisi (action slip)
2)
Surat masuk yang sudah dilegakapi dengan
lembar disposisi diteruskan kepada pimpinan atau pejabat bagian untuk
memeperoleh tanggapan atas isi surat
3)
Surat yang telah memperoleh disposisi di
sasmpaikan kembali kepada sekertaris atau kepada kepala tata usaha selanjutnya
diteruskan kepada unit pengolah untuk di
proses sesuai disposisi.
Disposisi adalah catatan berupa
saran/tanggapan/instruksi setelah selesai surat dibaca pimpinan. Dalam
melaksanakan tugasnya, pengarah surat melakukan kegiatan sebagai berikut:
1)
Menerima surat dan dilampiri lembar
disposisi (action slip)dari
pengendalian surat (sekretaris atau tata usaha).
2)
Meneliti kode klasifikasi, indeks dan
isi ringkasan surat.
3)
Meneliti kebenaran informasi surat yang
akan dimintakan disposisi kepada pimpinan instansi dengan menegasakan berupa
instruksi atau sebagai informasi.
Tabel 2.2 format lembar disposisi
dinas tata ruang dan cipta karya
|
LEMBAR DISPOSISI
|
||
|
Surat dari :
No. Surat :
Tgl. Surat :
|
Diterima Tgl.
No.Agenda
Sifat
|
|
|
|
||
|
Diteruskan kepada Sdr.:
Dan seterusnya
...................................
|
Dengan hormat Tgl :
.................................................
|
|
|
Catatan :
|
|
|
Keterangan:
1) Surat dari :
diisi dengan nama instansi yang mengirimkan
masuk
2) Nomor surat : diisi dengan nomor surat yang
masuk
3) Tanggal surat :
diisi dengan tanggal surat masuk
4) Tanggal terima :
diisi dengan tanggal surat diterima
5) Nomor agenda :
diisi dari buku agenda surat masuk
6) Sifat : diisi dengan surat masuk itu
sangat segera,
segera atau rahasia dengan tanda centang.
6.
Pendistrubusian
Pendistribusian
surat kepada pejabat dalam organisasi yang bersangkutan menggunakan buku
ekpedisi intern. Buku ekspedisi tersebut adalah buku catatan yang dapat
menunjukan bukti dalam menyampaikan surat antar unit/bagian dalam suatu
oganisasi.
Tabel 2.3 Format
buku ekspedisi intern:
|
No
Urut
|
Tanggal
Surat
|
Nomor
Surat
|
Dikirim
Kepada
|
Nama
Penerima
|
Paraf & tanggal
Terima
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
1) Nomor
urut : diisi dengan nomor urut
2) Tanggal
surat : diisi dengan tanggal surat
3) Nomor
surat : diisi dengan nomor surat
4) Dikirim
kepada :diisi
dengan kpada siapa surat dikirimkan
5) Nama
penerima : diisi oleh orang yang menerima surat
6) Paraf
& tanggal terima : diisi dengan paraf & tanggal
terima
7.
Tindak lanjut surat masuk
Apabila surat perlu ditindak
lanjuti berdasarkan intruksi dan lembar disposisi maka sekertaris membuat konsep surat, tetapi jika
surat tidak ditindak lanjuti maka siap di simpan.
8.
Penyimpanan surat masuk
Penyimpanan
surat adalah suatu kegiatan menyimpan surat dengan menggunakan system tertentu
agar saat diperlukan cepat dan tepat di
temukan kembali. Dalam penyimpanan surat ini dilakukan oleh sekertaris atau
petugas kearsipan dengan menggunakan system tertentu, tergantung dari
organisasi/intansi masing-masing.
Adapun beberapa sistem yang digunakan
dalam penyimpanan surat yang digunakan adalah:
1)
Penyimpanan arsip sistem abjad
Penyimpanan arsip sistem abjad
adalah penyimpanan dan penemuan kembali arsip berdasarkan abjad.
2)
Penyimpanan arsip sistem tanggal
Penyimpanan
Sistem Tanggal adalah suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan tanggal,
bulan, tahun penyimpanan arsip yang bertalian. Dalam pengelompokan arsip tahun
merupakan komponen utama dan dijadikan sebagai kode laci, bulan sebagai kode
guide, sedangkan tanggal dijadikan kode folder.
3) Penyimpanan
arsip sistem wilayah/geografis
Penyimpanan
arsip sistem wilayah/geografis adalah suatu sistem penyimpanan arsip
berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat suatu surat.
4) Penyimpanan
arsip sistem nomor
Penyimpanan arsip
sistem nomor adalah sistem penyimpanan yang berdasarkan kode nomor sebagai
penggati dari nama orang atau nama badan
disebut sistem nomor (numberic filling system).
5)
Penyimpanan arsip sistem subjek/pokok masalah
Penyimpanan arsip sistem subjek/pokok masalah
adalah suatu Penyimpanan dan penemuan kembali Arsip dengan menggunakan pokok
masalah atau perihal surat, maka petugas arsip harus menentukan terlebih dahulu
hal-hal apa yang pada umumnya dipermasalahkan dalam surat-surat setiap harinya.
Caesars Sportsbook in NV | Hotel & Casino - JT Hub
BalasHapusLocated in 경상북도 출장마사지 Las Vegas (Las Vegas Strip), Caesars Las Vegas offers a casino, a nightclub, and a nightclub. The 김제 출장안마 property 여수 출장마사지 also 구미 출장샵 has several restaurants and Rating: 4.5 통영 출장샵 · 3,903 votes